Silsilah

Garis keturunan dan silsilah Muhammad

Tradisi Arab memelihara silsilah dengan cermat. Bagan ini melacak nenek moyang laki-laki Muhammad melalui suku Quraisy yang mulia hingga Adnan, dan, menurut tradisi, akhirnya hingga Nabi Ibrahim. Garis keturunan ibunya bertemu dengan garis ayahnya pada leluhur bersama, Qushay bin Kilab.

Garis nenek moyangnya

Rangkaian silsilahnya menurut tradisi adalah: Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf, bin Qushay, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka'b, bin Lu'ay, bin Ghalib, bin Fihr, bin Malik, bin an-Nadhr, bin Kinanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah, bin Ilyas, bin Mudhar, bin Nizar, bin Ma'add, bin Adnan.

Dari Adnan, tradisi melanjutkan garis itu hingga Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, sehingga menjadikan Muhammad keturunan dari keluarga kenabian yang sama yang dimuliakan dalam agama Yahudi dan Kristen.

Kedua orang tuanya

Ayah
Abdullah bin Abdul Muthalib, yang wafat sebelum Muhammad lahir.
Ibu
Aminah binti Wahb, dari klan Zuhrah. Garis keturunannya bertemu dengan garis ayah pada leluhur bersama, Qushay bin Kilab. Ia wafat ketika Muhammad berusia sekitar enam tahun.

Nama-nama dan gelarnya

Tradisi mencatat beberapa nama dan gelar kehormatan baginya, masing-masing mencerminkan satu aspek perannya:

  • Muhammad dan Ahmad — keduanya berarti “yang terpuji.”
  • al-Mahi — “yang melaluinya kekafiran dihapuskan.”
  • al-Hasyir — “yang menghimpun,” yang di hadapannya manusia akan dikumpulkan.
  • al-Aqib — “yang terakhir,” yang datang setelah para nabi lainnya.
  • Penutup Para Nabi — nabi terakhir dalam tradisi Islam.

Pertanyaan umum

Siapakah kaum Quraisy?

Kaum Quraisy adalah suku terkemuka di Mekah, penjaga bangunan suci Ka'bah dan pedagang yang makmur. Muhammad termasuk salah satu klan mereka, Bani Hasyim. Kaum Quraisy mula-mula menentang pesannya, tetapi sebagian besar akhirnya memeluk Islam.

Apakah Muhammad benar-benar keturunan Ibrahim?

Tradisi Islam melacak silsilahnya melalui Ismail, putra sulung Ibrahim, yang dikaitkan dengan Arabia. Hubungan ini menjadi pusat keyakinan Muslim, menghubungkan Muhammad dengan warisan kenabian yang sama yang dibagi bersama kaum Yahudi dan Kristen.

Mengapa garis keturunan penting dalam kisah ini?

Di Arabia kuno, suku dan silsilah seseorang membentuk identitas, persekutuan, dan perlindungannya. Garis keturunan Muhammad yang terpandang memberinya kedudukan, sementara ikatan klannya menawarkan sedikit keamanan pada tahun-tahun awal misinya yang sulit.