Dekade Madinah
Peperangan dan ekspedisi
Setelah hijrah ke Madinah, komunitas muda itu menghadapi konflik bersenjata dengan kekuatan-kekuatan yang memusuhi. Bagan ini membedakan ekspedisi yang melibatkan pertempuran dari yang berakhir damai. Kampanye yang dipimpin langsung oleh Nabi disebut “ghazwah”; sebagian besar bersifat bertahan atau bertujuan mengamankan komunitas.
Peperangan besar
| Tahun | Peperangan | Catatan |
|---|---|---|
| 2 H (624 M) | Badar | Pasukan Muslim yang kalah jumlah menang melawan tentara Mekah — kemenangan awal yang menentukan. |
| 3 H | Uhud | Sebuah kemunduran berat di dekat Madinah yang menewaskan banyak Muslim, termasuk Hamzah. |
| 4 H | Bani an-Nadhir | Konflik dengan suku Madinah yang berakhir dengan kepergian mereka. |
| 5 H | Khandaq (al-Khandaq) | Madinah bertahan dari kepungan koalisi besar dengan menggali parit pertahanan. |
| 6 H | Hudaibiyah | Bukan peperangan, melainkan gencatan senjata dengan Mekah yang membawa masa damai. |
| 7 H | Khaibar | Penaklukan permukiman-permukiman berbenteng di utara Madinah. |
| 8 H | Pembebasan Mekah | Mekah menyerah dengan sedikit pertumpahan darah; Nabi memberikan amnesti umum. |
| 8 H | Hunain | Kemenangan yang diperoleh dengan susah payah atas suku-suku bersekutu, tak lama setelah pembebasan Mekah. |
| 9 H | Tabuk | Ekspedisi besar ke perbatasan utara yang berakhir tanpa pertempuran. |
Benda-benda peninggalannya
Bagan tradisional juga menyebutkan benda-benda yang dikaitkan dengannya: pedang-pedangnya, termasuk al-Battar dan al-Ma'tsur, dan busurnya, al-Shafra'. Peninggalan semacam itu dikenang dengan cermat dan, menurut tradisi, dijaga oleh generasi-generasi berikutnya.
Pertanyaan umum
Mengapa peperangan-peperangan ini terjadi?
Setelah hijrah ke Madinah, komunitas Muslim menghadapi permusuhan dari Mekah dan kekuatan-kekuatan sekitar. Sebagian besar pertempuran bersifat bertahan atau bertujuan melindungi komunitas dan jalur dagangnya. Bagan ini mencatat bahwa beberapa ekspedisi berakhir tanpa pertempuran sama sekali.
Apa yang istimewa dari pembebasan Mekah?
Pada 8 H, Nabi memasuki kota asalnya, Mekah, nyaris tanpa pertumpahan darah. Alih-alih membalas dendam pada musuh-musuh lama, ia mengumumkan amnesti umum. Peristiwa ini dikenang sebagai titik balik yang membuka sebagian besar Arabia bagi Islam.
Apakah Perang Badar benar-benar sepenting itu?
Ya. Di Badar pada 2 H, pasukan Muslim yang kecil dan kurang perlengkapan mengalahkan tentara Mekah yang lebih besar. Kaum Muslim memandangnya sebagai tanda dukungan ilahi, dan kemenangan itu sangat mengangkat kepercayaan diri serta kedudukan komunitas muda di Madinah.